Ini adalah buku yang unik dan menarik yang secara luar biasa menangkap esensi masyarakat Afrika dalam menanggapi dan bekerja sama dengan agama Kristen, agama-agama lain, dan masyarakat asing. Tapi ini bukan buku akademis yang sarat dengan teori yang rumit dan membosankan. Sebaliknya, buku ini memuat hampir 100 cerpen yang menyampaikan pengalaman orang Afrika timur dengan misionaris Kristen dari barat. Setiap kisah itu unik dan dapat menyampaikan perumpamaan Afrika, cerita Afrika yang singkat, perjumpaan dengan sekelompok orang Afrika, pekerjaan misionaris di sekolah-sekolah Afrika, tanggapan orang Afrika terhadap kematian dan kematian, sejauh mana orang Afrika bersaing satu sama lain relatif terhadap dunia lain. masyarakat, pentingnya orang Afrika saling berbagi dan berlari bersama, bagaimana orang Afrika melihat agama Kristen dan perilaku asing, dll. Banyak dari cerita itu lucu, tetapi pesan nilai tidak hilang. A Maasai moran bertanya-tanya betapa hebatnya Yesus. Berkaitan dengan aspek Maasai untuk mengenali kebesaran dan kedewasaan, moran mempertanyakan apakah Yesus pernah membunuh seekor singa dan berapa banyak istri yang dimilikinya.

Dalam sebuah kompetisi lari, seorang biarawati bertanya-tanya mengapa para siswi terus melintasi garis akhir bersama. Mereka mengatakan padanya bahwa mereka tidak ingin meninggalkan siapa pun di belakang, mereka ingin menyelesaikan bersama. Banyak dari kisah-kisah ini menyampaikan masyarakat Afrika sebagai sangat kooperatif, tidak terlalu bergantung pada seseorang yang menunjukkan dan menghancurkan yang lain dan mengambil sorotan. Orang Afrika secara tradisional tidak ingin dipisahkan satu sama lain, dan akan bekerja keras untuk tetap bersama bahkan ketika terancam oleh perbedaan keyakinan agama. Mereka jauh lebih materialistis daripada banyak masyarakat lain di dunia, mereka dapat mencapai sukacita dan kebahagiaan dalam menghadapi kemiskinan dan kemalangan; mereka umumnya tidak dijiwai dengan semangat materialisme, monopoli, dan keegoisan barat.

Orang Afrika percaya pada inkarnasi ulang, percaya bahwa roh orang baik selalu kembali ke bumi melalui leluhur yang baru lahir dan mati adalah malaikat penjaga. Masyarakat Afrika terbukti memiliki kisah penciptaan mereka. Peribahasa Afrika banyak dan menceritakan banyak tentang orang Afrika. Dalam buku ini, orang Afrika digambarkan di rumah mereka, kebun, di gereja, dalam doa, dalam perburuan, di tempat kerja, dll. Ini memang sebuah buku tentang sukacita dan kebijaksanaan Afrika yang diilustrasikan secara singkat dengan cerita-cerita penting, dongeng, peribahasa, pertemuan dan kejadian.

Pastor Joseph Healey, yang berasal dari Amerika Serikat dan telah beroperasi di Afrika Timur selama beberapa dekade, berhasil menyusun sebuah buku yang tidak pernah bosan membaca. Pemahaman praktis Healey yang ekstensif dengan banyak bahasa dan cara hidup Afrika membuatnya menjadi kandidat ideal untuk menyusun volume yang menghangatkan hati dan obyektif ini. Lebih dari teks lain, buku ini menggambarkan sukacita dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari orang Afrika dan tanggapan mereka terhadap dunia baru yang semakin mengecil dan menjadi lebih terhubung. Isinya juga mengilustrasikan bagaimana orang-orang dari belahan dunia lain secara praktis menanggapi dan merasakan kehidupan orang Afrika. Kisah-kisah dalam buku ini pendek, tetapi pesan mereka sangat kuat. Pelajaran tentang Afrika disampaikan melalui aspek petualangan, pelayanan, agama, cerita rakyat, doa, cerita, budaya Afrika, puisi, spiritualitas, dan dongeng.

folderevent_note

account_box admin


folder

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comments